PADANG - Sempat tertunda beberapa hari, akhirnya empat orang keluarga Zulfirman Syah, korban penembakan di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, akhirnya berangkat untuk melihat kondisi Zulfirman Syah, Kamis, (21/3/2019).

Sebelumnya, keberangkan keluarga sempat tertunda karena pengurusan izin dokumen memasuki Selandia Baru belum selesai.

Dikutip dari Covesia.com, Kepala Cabang ACT Sumbar Zeng Wellf mengatakan, pasca insiden penembakan yang dialami Zulfirman Syah dan anaknya Overeo Oemar Syah, ACT Sumbar diperintahkan untuk membantu keberangkatan keluarga korban yang berada di Kota Padang.

"Pembuatan paspor sudah selesai Senin kemaren, untuk visa baru keluar tadi pagi," ujar Zeng Wellf di Padang, Kamis (21/3/2019).

Menurutnya, keluarga Zulfirman Syah bersama empat orang perwakilan ACT langsung bertolak ke New Zealand.

"Sekitar pukul 12.30 WIB rombongan berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Jakarta, setelah itu baru berangkat ke New Zealand," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah mengatakan, keberangkatan keluarga ke New Zealand untuk melihat kondisi Zulfirman Syah dan anaknya Overeo Oemar Syah dapat membatu proses penyembuhan mereka berdua.

"Terimakasih kepada ACT yang telah memfasilitasi keberangkatan keluarga. Mudah-mudahan ini akan menjadi bagian proses percepatan kesembuhan Zulfirman Syah dan anaknya," ujar Mahyeldi usai melepas keberangkatan keluarga di Padang.

Lebih lanjut, ia mengatakan sebelumnya Pemerintah Kota Padang telah menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar New Zealand untuk Indonesia di Jakarta terkait kondisi korban penembakan yang berasal dari Indonesia.

"Mereka menyampaikan kondisi dan apa yang dilakukan pemerintah Selandia Baru untuk para korban," sebutnya.(dil)