SELATPANJANG - Di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, anggaran dana desa dialihkan menjadi Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD)

sebagai upaya perlindungan sosial. Pemerintah pun memperpanjang masa pemberian bantuan hingga akhir Desember 2020 lantaran belum pastinya akhir dari pandemi Covid-19.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kepulauan Meranti, Drs Ikhwani melalui Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Darwis SIP MM mengatakan perpanjangan BLT-DD tersebut berdasarkan Permendes Nomor 14 Tahun 2020. Darwis juga mengatakan banyak desa di Kepulauan Meranti tidak memiliki anggaran yang cukup untuk penambahan BLT-DD tersebut. Hal itu akibat dana desa yang cair lebih awal dari biasanya dan digunakan untuk kegiatan lain, atau jumlah penerimanya yang sangat banyak.

"Sesuai Permendes Nomor 14 Tahun 2020 yang baru saja terbit menyebutkan bahwa BLT-DD dilaksanakan hingga tahap sembilan atau sampai dengan bulan Desember apabila dana desa masih tersedia. Dan kemungkinan besar hanya beberapa desa saja di Kabupaten Kepulauan Meranti yang dapat melaksanakannya," kata Darwis, Senin (12/10/2020).

Ditambahkan Darwis, pihaknya sudah mengundang perwakilan ketua forum desa di kecamatan, pendamping desa dan kepala seksi di masing-masing kecamatan untuk mensosialisasikan Permendes tersebut.

"Terkait adanya Permendes baru yang menyebutkan bahwa BLT-DD sampai bulan Desember kita sudah mengundang pihak desa dan kecamatan. Awalnya kita sudah membuat kesepakatan bahwa semua desa di Kepulauan Meranti menyalurkan sampai tahap 7. Namun melihat kondisi keuangannya, kita putuskan hanya desa yang masih tersedia dananya sampai tahap 9 dan yang tidak ada dananya, cukup sampai tahap 6 saja," ujar Darwis.

Darwis mengungkapkan, dari 96 jumlah desa di Kepulauan Meranti yang sanggup menyalurkan BLT-DD hanya 10 desa.

"Dari 96 desa yang ada di Kepulauan Meranti tidak lebih dari 10 desa yang sanggup menyalurkan BLT-DD sampai bulan Desember. Yang sudah memastikan itu baru dua desa, yakni 

Sendaur dan Desa Mekar Sari," pungkasnya.***