GAZA - Sebanyak 12 warga Gaza, Palestina, wafat setelah tenggelam di laut saat berusaha mengambil bantuan yang dijatuhkan dari udara pada Senin (25/3/2024).

Dikutip dari Inews.id yang melansir dari Reuters, bantuan kemanusiaan itu dikirimkan Amerika Serikat (AS) melalui udara dan dijatuhkan menggunakan parasut di pantai Beit Lahia, Gaza utara.

Video saat sekelompok orang masuk laut untuk mengambil bantuan yang dijatuhkan beredar di media sosial. Tak lama setelah itu upaya untuk mendapatkan bantuan berubah menjadi kesedihan. Beberapa orang tampak menarik beberapa jenazah ke pantai.

Jenazah seorang pria tampak tak bernyawa ditarik ke pantai dengan mata terbuka namun tidak bergerak. Seorang pria berusaha menyadarkannya dengan kompresi dada. Namun seseorang dalam video itu mengatakan bahwa dia sudah meninggal.

“Dia berenang untuk mengambil makanan untuk anak-anaknya dan dia menjadi syahid,” kata seorang pria yang berdiri di tepi pantai, dikutip dari Reuters.

“Mereka seharusnya mengirim bantuan melalui penyeberangan (darat). Mengapa mereka melakukan ini terhadap kami?” katanya lagi.

Sementara itu Departemen Pertahanan AS (Pentagon) menyatakan tiga dari 18 paket bantuan yang dijatuhkan dari udara ke Gaza pada Senin lalu mengalami masalah karena parasutnya tak mengembang. Namun mereka belum mengetahui bahwa bantuan itu menyebabkan 12 warga tewas tenggelam.

Tulisan berbahasa Arab di selembar kertas yang menempel di bantuan tersebut mengindikasikan paket tersebut berasal dari AS dan dipertegas dengan bendera.

Ini merupakan insiden kesekian kali warga Gaza tewas saat berusaha mendapatkan bantuan makanan, baik yang dikirim lewat darat maupun udara.

Sebelumnya beberapa warga tewas tertimpa bantuan yang diterjunkan ke darat. Parasut yang digunakan menjatuhkan bantuan tak mengembang sehingga menghujam kencang menimpa kerumunan warga yang berada di bawah.***